Cari Ilmunya, Jangan Pikir Gajinya


Salah satu gagasan menarik yang sering ditujukan kepada anak-anak muda yang sedang mencari atau baru mendapatkan pekerjaan adalah: “Cari ilmunya, jangan pikir gajinya.”

Kalimat itu mencerminkan sikap yang baik dan menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Bekerja tanpa mengharapkan gaji mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Tapi bagi sebagian lainnya—mereka yang memiliki pandangan jauh ke depan—itu adalah langkah strategis, bukan pengorbanan sia-sia.

Ada beberapa hal positif yang bisa kita peroleh dari menanamkan gagasan tersebut. Ketika seseorang memilih bekerja demi ilmu, ia sedang menanam investasi yang nilainya tidak bisa diukur dengan angka. Ilmu membawa keterampilan, pengalaman, dan wawasan.

Ilmu yang kamu dapatkan di sekolah sangat berbeda dengan pembelajaran yang kamu temui di dunia kerja. Di sekolah, kamu diajarkan cara mendapatkan nilai rapor terbaik atau bagaimana meraih peringkat satu di kelas. Di dunia kerja, kamu belajar hal-hal seperti menghargai atasan dan bawahan, menyusun strategi untuk meningkatkan omzet perusahaan, hingga bagaimana menghadapi rekan kerja yang saling menjilat atasan. Dan masih banyak lagi pelajaran tak tertulis lainnya.

Namun, mari kita pikir ulang: Apakah kita bisa membeli nasi padang dengan pengalaman kerja?
Tentu jawabannya tidak.

Maka dari itu, jangan sampai kita diperbudak oleh gagasan itu. Sebaliknya, kita perlu berpikir bagaimana kerja keras kita bisa dihargai secara layak.

Pengalaman bukan hanya berasal dari sekolah atau tempat kerja. Pengalaman juga bisa diperoleh dari membangun relasi dengan orang lain, berinteraksi, berdiskusi, dan berkonflik.

Jadi, jangan hanya mencari ilmunya, tapi curilah ilmu dan kembangkan. Karena pada akhirnya, ilmu yang diterapkan dan dikembangkanlah yang akan membawamu pada penghasilan dan penghargaan yang layak.

Nasi Padang tidak bisa dibeli dengan pengalaman kerja.

Leave a Comment